Awas!!! SHOPAHOLIC Gaya Hidup ”Menjerumuskan”

Awas Shopaholic, Gaya Hidup
Mewah yang Menjerumuskan
Siapa tak kenal Uci, gadis imut yang
selalu tampil dengan keluaran
terbaru. Di sekolahnya, Uci adalah
trendsetter untuk melihat mode
terbaru, baik fesyen, gadget,
maupun kendaraan terbaru.
Seragam sekolah memang selalu
dikenakannya setiap hari. Namun,
kesibukannya sebagai seorang
sosialita sekolah, membuatnya
seringkali bolak-balik ke sekolah di
hari libur, sehingga teman-temannya
dapat melihat tampilan Uci “dibalik
seragamnya.”
Gadget terbaru selalu ada di
genggamannya. Sampai-sampai
guru-guru di sekolah pun kalah aksi
jika sudah mengeluarkan
smartphone atau notebook. Pasti
kalah update bila dibandingkan
dengan pegangan Uci. Belum lagi
motor yang menemani Uci tiba di
sekolah. Tak terhitung berapa kali Uci
ganti motor dalam setahun. Motor??
Iyalah, Jakarta macet gitu loh! “Bawa
mobil kapan nyampe’nya!,” begitulah
jawab Uci, bila ditanya kenapa tak
mengendarai mobil saja.
Soal fesyen nggak kalah seru. Uci
selalu modis dengan mode pakaian
hingga aksesoris terbaru. Tak
tanggung-tanggung, untuk satu
model tas saja, Uci bisa mengoleksi
beberapa buah dengan warna
berbeda. Supaya mudah dipadu-
padankan dengan busana, begitu
alasannya. Uci yang dikenal dengan
Miss Girly memang gemar
mengoleksi baju-baju dengan model
yang feminin dan manis dipandang.
Dengan hobinya me-mix and match
baju, jadilah dia juga dikenal dengan
sebutan Miss Matching. Bila sudah
berada di mall, segala benda yang
dianggapnya perlu untuk menunjang
penampilan pasti akan menjadi
sasarannya. Serunya berburu
berbagai produk fesyen keluaran
terbaru bahkan tak jarang
membuatnya melompati waktu
shalat. Pokoknya, shop ‘till you drop!
Ternyata penyakit gila belanja atau
shopaholic tak hanya diidap oleh Uci.
Mamanya, kakak perempuan hingga
kakak laki-lakinya pun punya
penyakit yang sama. Sehingga, bila
sekeluarga pulang dari mall, bagasi
mobil tidak akan cukup untuk
menampung hasil “perburuan”
mereka hari itu. Merek yang
menempel di barang-barang yang
mereka beli pun bukan merek
pasaran. Consumer class, itulah gaya
hidup mereka.
Shopaholic Pembawa Petaka!
Namun, beberapa pekan ini Uci tak
terlihat muncul di sekolah. Seisi
sekolah mulai bertanya-tanya, ada
apa gerangan dengan sosialita
sekolah tersebut. Gosip-gosip mulai
bertebaran. Yang paling santer,
memberitakan bahwa Miss Girly
tersebut sudah pindah sekolah di
daerah lain akibat tak kuat
menanggung malu. Kasus korupsi
yang melibatkan Papa Uci sudah
santer diberitakan di mana-mana.
Wajah Papa-nya Uci menghiasi layar
televisi dan koran-koran. Tragis,
namun, itulah akhir kisah Uci di
sekolahnya.
Waktu berlalu, Sarah, teman sekelas
Uci sewaktu duduk di bangku kelas 3
SMU, bertemu Uci di sebuah kota
besar di bagian timur Pulau Jawa.
Sarah berhasil lolos SPMB dan
berkuliah di universitas di kota
tersebut. Uci, memang sudah tak
seglamour dahulu. Penampilannya
memang masih matching tetapi
merek tas yang menggantung di
bahunya, sudah tak lagi semahal
yang dulu.
Uci bercerita bahwa kasus yang
menjerat papanya, tak lain adalah
buah dari betapa shopaholic-nya ia
dan keluarganya. Papanya memang
seorang kepala bagian di sebuah
departemen pemerintah. Gaji
seorang pegawai negeri tentu
tidaklah cukup untuk membiayai
gaya hidup mewah mereka. Namun,
demi membahagiakan anak-istrinya
juga menaikkan gengsi keluarga,
sang ayah pun rela melakukan
tindakan keji tersebut.
Sarah pun tercenung. Betapa gaya
hidup bermewah-mewahan
memang tak akan pernah membuat
pelakunya sampai pada titik
kepuasan. Bahkan, semakin banyak
yang berhasil diperoleh akan
semakin membuat seseorang
merasa kurang. Ibarat meminum air
laut, begitulah kira-kira rasa yang
akan dituai orang yang berkejaran
dengan gaya hidup mewah.
Allah SWT bahkan bertitah dengan
keras agar kita waspada pada bahaya
cinta kemewahan dan kemegahan
ini, “Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu, sampai kamu
masuk ke dalam kubur. Sekali-kali
tidak! Kelak kamu akan mengetahui
(akibat perbuatanmu itu)” (Qs At-
Takatsur 1-3).
Ya, kini Uci dan keluarganya sudah
tahu akibat perbuatan mereka
mengejar kemewahan dan
bermegah-megahan. Sebuah
pelajaran yang tak hanya Allah
berikan pada Uci dan keluarganya.
Namun, sungguh merupakan
pelajaran yang patut dipahami dan
diambil hikmahnya sebagai petunjuk
dalam kehidupan, bagi semua orang.

Indomedia News Portal

2 thoughts on “Awas!!! SHOPAHOLIC Gaya Hidup ”Menjerumuskan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s