Mistikus Cinta

Mistikus Cinta
Tasbih yang kugunakan berdzikir telah kuletakkan di atas sajadah. Usai maghrib mataharipun enggan menampakkan sinarnya,pertanda malam tiba. Aku terdiam merenungi sesosok gadis yang tadi pagi saat aku hendak ke kampus. Ku ketahui namanya Putri,nama ini sangat indah seperti pemakainya. Hampir saja aku larut dalam khayalanku,langsung saja kuucap istighfar. Bisa saja ini adalah bentuk zina hati,kuurungkan hatiku tuk berkhayal lagi. Kembali aku ke kamarku,membuka sebuah buku yang berjudul Mistikus Cinta. Tak tahu apa maksud judul tersebut,setelah ku baca ternyata Allahlah cinta sejati,dan kekasih hati ialah istri yang sholehah. Hemmphh.kembali ingatanku pada gadis itu. Oh ya aku lupa menceritakan identitasku. Namaku Alif kuliah jurusan Tekhnik Informatika di UGM,Jogja semester 3.
Esok hari,kebetulan libur akupun mengisi dengan membersihkan rumah kos-kosan yang kecil. Selesai membersihkan rumah,mengusir rasa penat aku keluar dengan teman-teman kampus yang kebetulan juga lagi kosong. Salah satu teman kampus yang kukunjungi rumahnya yang bernama Faiz.
“Sob,kosong kuliah enaknya kemana ya? Lagi bosen dikos mulu. Tanyaku
“ Hemmphh.. iya juga sih,aku juga bosen gmana kalau kita ngisi remaja masjid di komplek sebelah?” Tawarnya.
Kebetulan komplek sebelah masjidnya kosong jadi malam nanti rencananya kami akan mengisi remaja masjid disana. Keberadaan kami pun disambu baik oleh warga sekitar,sehingga kami pun sudah akrab dengan komplek ini.
“Boleh juga,ya sudah nanti akan kususun materinya. Tapi ngomomg-ngomong kalau cuma mentoring gak seru sob. Aku punya ide nih,gimana kalau kita buat acaranya pake nonton bareng sambil materi?” Celetus ideku.
“Nah,kamu emang brilliant sob,tapi film apa ya yang cocok?” Tanya Faiz
“Karena mayoritas remaja masjid disana adalah remaja dan anak sekolahan kita nonton film negeri 5 menara gmana? Ceritanya keren tuh,cocok untuk anak sekolah biar tambah semangat belajar tuh mereka.” Ujarku dengan penuh kegirangan.
“Tunggu apa lagi,kita buat agendanya. Oh ya,kita bagi tugas aku hubungi dulu Hendra,Aji,Sulaiman buat perlengkapannya,kamu minta izin ama pak RT! Oke? Ujar Faiz dengan semangat.
“Oke sob,filmnya ada di Laptopku nih,pegang aja dulu,aku duluan ke rumah pak RT ya! Assalamualaikum!
Aku pun berjalan menyusuri komplek sebelah tempat kami tinggal,warga di sini cukup ramah. Aku pun berjumpa dengan salah satu warga yang bernama Pak Nur,aku pun menanyakan rumah pak RT.
“Jadi pak dari sini belok ke kanan,terus ada persimpangan ke kiri ya pak dan rumah pak RT yang ada pagarnya?” Tanyaku memastikan
“ Benar dek,emang ada perlu opo to,kok jumpai RT segala? Tanya pak Nur dengan nada penasaran.
“Ini pak,mau minta izin ngisi remaja masjid di sini,kira-kira boleh tidak pak?” tanyaku
“Oh,kalau masalah itu kemungkinan besar sih ,pak RT mendukung. Soalnya pak RT itu orangnya peduli dengan agama.

Apalagi anak perempuannya,namun sayang anak-anak remaja disini kurang menaruh perhatian sama agama. Tapi adek cobalah,mungkin adek bisa lebih inovatif.” Jawabnya.
“Baiklah pak,saya akan coba!” Teguhku.

Aku pun menuju rumah pak RT sesuai dengan petunjuk pak Nur tadi. Sesampainya di sana aku menjelaskan langsung maksud kedatangan dan meminta izin.

“Assalamualaikum.” Salamku sambil mengetuk pintu.
“Waalaikumsalam,ada perlu apa ya dek?” Tanya seorang pria paruh baya yang kemudian ku ketahui pak RT.
“Benarkah ini rumah pak RT?” Tanyaku memastikan.
“Iya benar,saya sendiri silahkan duduk! Sambut pak RT ramah.
“Sebelumnya kenalkan dulu pak,nama saya Alif tinggal di komplek sebelah,kuliah jurusan Teknik Informatika di UGM.” Ujarku mengenalkan diri sambil menjabat tangan pak RT.
“Maksud kedatangan saya di sini,untuk mengadakan mentoring remaja masjid di sini pak. Kebetulan saya biasa ngisi remaja masjid di komplek saya. Tapi,saya ingin lebih jauh berdakwah pak. Tapi,ngomong-ngomong boleh tau gak pak pengisi remaja masjid yang biasa di sini? Biar bisa join dan kerja sama gitu pak.” Jelasku sembari bertanya pengisi remaja masjid di komplek ini.
“Oh,kebetulan pengisi remaja masjid di sini anak perempuan saya. Bentar saya panggilkan. Nduk! Nduk Putri! Buatin papa teh 2 ya ada tamu nih!” Ujar pak RT sembari memanggil anaknya,nama anaknya kedengaran tak asing bagiku.
“Enggeh pak,ini minumnya.” Anak perempuan pak RT keluar dengan membawa minuman yang dipesan pak RT.
Saat dia keluar,akupun sedikit terhenyak karena ternyata memang benar dia adalah Putri,gadis yang selama ini aku kagumi dan rasa detak jantung ini berdebar melihatnya. Aku memberanikan diri menyapanya.
“Loh,Putri?” Tanyaku dengan mimik keheranan.
“Alif?” Dia pun heran.
“Loh,kalian sudah saling kenal to?”.
“Iya pak,eee… kebetulan kami satu kampus,hanya beda jurusan saya jurusan Teknik Informatika sedangkan Putri….
“Ekonomi Manajemen!” Sambung Putri tegas.
“Nah iya pak.” Sambungku lagi.
“Oh,jadi kalian satu kampus? Baiklah,saya setujui tinggal siapkan proposalnya aja. Masalah dana biar dari komplek ini aja yang membiayai.” Ujar pak RT terlihat menyetujui.
“Boleh,pak kebetulan dalam acara ini gak terlalu banyak biaya masalah sound system dan perlengkapan dari kami saja. Tinggal snack untuk anak-anak saja.” Ujarku.
“Baiklah,tapi konsep acaranya gimana ya?” Tanya pak RT.
“Oh ya begini pak,karena ini masih perdana. Kami mengusulkan dengan membuat acara nonton film Negeri 5 Menara,yang kebetulan filmnya bagus dan tidak bosan ditonton. Temanya tentang pendidikan biar anak-anak di sini lebih rajin belajar pak. Selain itu nanti,akan ada pembawaan materi tentang ukhuwah Islamiyah. Jadi gak sekedar nonton bareng pak. Bagaimana?” Jelasku pada pak RT dan aku berharap pak RT menyetujuinya.
“Nah,ide yang bagus itu dek,saya setuju banget jadi mulai hari ini kamu dan putriku kerja sama dalam berdakwah di RT ini. Setuju?” Jawab pak RT dan kata-kata itu mengejutkanku karena aku akan join dengan Putri untuk dakwah ini.
“Setuju pak,,upsss!” Reflekku menjawab sambil ,tetapi Putri diam saja. Aku tak tahu maksud dia diam saja.
“Loh,kamu kok diam sih nduk. Gak setuju kamu? Inikan penting juga membentuk karakter anak komplek ini.” Bujuk pak RT kepada putrinya.
“Baiklah pak,Putri setuju. Tapi apa gak aneh,masa remaja masjid nonton film?” Tanya Putri.
“Begini Put,kami sengaja mengajukan ide film itu,untuk rekrutmen aja dan sebagai penarik perhatian. Dengan begitu,anak-anak di sini gak bosen dengan remaja masjid. Jadinya masjid di sini rame dan habis itu untuk selanjutnya tinggal kita mengemas nih,acara mentoring supaya lebih menarik lagi. Bagaimana?” Jelasku lagi pada Putri.
“Nah,denger tuh nduk,remaja mesjid di komplek ini harus berkembang. Pemikiran dek Alif dah bagus tuh,tunggu apa lagi. Setujui aja!” Desak pak RT dengan membujuk.
“Hmmmpphh.. ya udah kita coba dulu. Mudah-mudahan ini bisa jadi strategi dakwah yang bagus. Aaamiin!” Jawab Putri tak langsung mengiyakan usulku.
“Y a sudah,saya tinggal nunggu proposal aja kan dek. Tinggal kalian yang nyiapin semua dan Putri saya dan teman-temannya yang menyiapin snacknya. “ Ujar pak RT.
Aku terlihat senang,aku dan pak RT saling berjabat tangan bertanda kerja sama. Tak lupa aku mengucap Alhamdulillah.
Selesai dari rumah pak RT aku ke kos-kosan Faiz. Segala perlengkapan sudah dia siapkan termasuk materi yang akan ku sampaikan nanti. Sementara ketiga temanku lainnya yaitu Hendra,Aji dan Sulaiman sibuk menyebarkan brosur undangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya kepada warga sekitar. Hingga sore hari,kami mensurvey masjid yang akan kami gunakan. Saat kami sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan kelengkapan di halaman masjid,tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang terdiri dari 5 orang pemabuk datang menghampiri kami dan mencari gara-gara.
“Hey,anak mana kamu? Berani-beraninya kamu tadi datangan rumah Pak RT. Itu calon mertuaku,anaknya si Putri itu calon istriku! Kurang ajar kamu! Minta disikat kamu ya! Hyaaattt!!!
“Bukkkkk!” pukulannya mengenai perutku.
“Akkkkk!!” Aku berteriak kesakitan.
“Hey,mas main pukul aja kita di sini bukan bermaksud yang mas bilang. Kami Cuma mau dakwah kok. Gak ada urusannya sama pernikahan. Jangan main kasar donk!” Bela Hendra padaku.
“Kamu gapapa sob?” Tanya faiz.
“Oh,kalian semua minta di hajar ya? Anak-anak ayo beraksi!” Ancam pemuda itu.
Perkelahian pun hampir saja terjadi besar,namun Alhamdulillah datang pak RT memisahkan kami. Kami pun,menderita luka ringan dan untungnya pak RT bersedia mengobati dirumahnya. Sekelompok pemuda itupun di usir dari halaman masjid. Sampai dirumah pak RT kami diberi betadine dan obat memar untuk mengobati luka-luka kami. Kudengar dari cerita,sekelompk pemuda itu memang sebenarnya mau tobat asalkan dia menikahi Putri,anak pak RT. Ku ketahui nama pemuda yyang menyerangku ialah Johar.
“Oh,jadi gitu ceritanya pak?”Tanya Sulaiman
“Tapi,sayang ya dia masih terjebak oleh nafsu. Semoga saja Allah memberinya hidayah.” Ujar Hendra.
“Tapi,ngomong-ngomong ini udah jam berapa sob? Bentar lagi jam 4 nih,kita mesti buru-buru.”
“Tapi kan,kalian masih luka-luka?” Tanya pak RT khawatir.
“Ah,gapapa pak. Cuma luka begini,anggap aja ini rintangan wajarlah untuk berdakwah kan pasti ada tantangan ya gak sob?” Ujar si Aji.
“Betul pak!” Jawab kami serempak.
“Subhanallah,masih ada aja pemuda Islam yang semangat untuk berdakwah seperti kalian,alhammdulillah.” Ujar pak RT dengan keharuan.
“Ya sudah,kami ke masjid lagi ya pak!” Ujarku.
“Silahkan dek!” ujar pak RT mempersilahkan kami.

Persiapan sudah selesai,tepat jam 5 sudah kami pun mandi sambil emnunggu maghrib. Kini telah tiba ba’da maghrib saat yang ditunggu-tunggu sesi pertama aku bawakan materi tentang ukhuwah Islam dan Faiz sebagai moderator. Materi ini ternyata tidak hanya disaksikan oleh remaja tapi juga bapak-bapak dan ibu-ibu. Acara ini diluar yang kuperkirakan,ternyata pak RT menggerakkan warga untuk menghadiri acara ini. Ini seperti acara pengajian,bukan lagi remaja masjid. Untung saja aku tidak gugup,akhirnya materi yang sampaikan disambut baik oleh warga sekitar. Waktu isya pun tiba,sesi pertama telah berakhir dan akhirnya kami sholat isya’ setelah itu acara puncak yaitu nonton fil negeri 5 menara. Film ini disaksikan dengan keseriusan luar biasa. Warga-warga dari berbagai kalangan usia pun menonton dengan semangat.
Akhir cerita para warga,terharu dengan film. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Pertanda harus kuakhiri pengajian ini. Pak RT,Putrid an Ibunya berterima kasih kepada kami. Aku merasa ada getaran tertentu saat melihat Putri. Kuingat kejadian tadi sore,mungkin tadi sebagai peringatan untuk dakwahku sekaligus mengujiku. Segera kuucap istighfar.
“Loh,kok istighfar?Harusnya kan alhamdulillah?” Tanya Putri sudah mulai akrab.
“Eh,iya Alhamdulillah.” Jawabku gugup walaupun dia tak tahu isi hatiku.
“Ehem-ehem…” Gumam Faiz berdehem menggodaku.
“Cie-Cieee….!” Goda Hendra,Sulaiman dan Aji serempak menggodaku.
“Apaan sih! Udah ayo kita beresi dan pulang!” Ajakku mengalihkan perhatian.
“Ya sudah kalian beres-beres,kami pulang dulu ya dah malam. Jangan sampe kemaleman ya! Kami pamit dulu! Assalamualaikum!” Pamit pak RT.
“Waalaikumsalam!” Jawab kami serempak.

Selesai beres-beres kami pulang dan kami berjumpa dengan Johar dkk,di tengah jalan. Hampir kami terlibat perkelahian. Namun,ternyata Johar dkk menjulurkan tangannya dan mengucapkan selamat padaku. Kami heran apa yang terjad dengannya,jika dia taubat sukur Alhamdulillah.
“Hehh!!” Johar kembali memukul perutku.
“Hey ngajak ribut lagi kamu!” Tantang Sulaiman.
“Maaf,itu tadi hanya pukulan kenalan. Aku sudah insyaf,aku salut sama kamu. Baru 1 hari dikampung ini aja kamu sudah dihormati warga. Sementara kami sejak lahir di kampong ini,kami tidak ada yang menghormati. Terimalah kami jadi murid kalian!” Johar dkk bersujud.
Kami sontak terkejut melihat tingkah mereka. Kami pun,bersyukur ternyata masih ada orang yang mau taubat dari preman zaman sekarang.
“Aku masih ragu dengan kalian,masa taubat kok gak ikhlas,bukan karena Allah tapi karena ingin terkenal. Taubat harus ikhlas mas. Kalian harus taubat karena Allah. Oke?” Ujar Faiz.
“Baiklah,atas nama Johar,Adi,Husein,Jono,dan Deddy kami bertaubat karena Allah! Setuju bro?” Ujar Johar dengan menyebutkan nama teman-temannya satu per satu.
“Setuju!” Jawab keempat teman Johar serempak.
“Baiklah kalau mau taubat besok pagi jangan lupa shalat subuh dan selesai subuh temui kami di masjid ini,kami akan membawamu ke jalan dakwah. Sekarang dah malam,lebih baik kalian tidur biar gak telat bangun!” Ujarku.
Ya sudah,kami pamit dulu ya! Assalamualaikum!”Sambung Faiz.
“Waalaikumsalam! Jawab mereka serempak.
Usai shalat subuh berjamaah di masjid kami ditemui oleh Johar dkk. Mereka bersedia bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Mereka sekarang sudah gak minum-minuman keras lagi,gak suka berantem lagi dan gak suka kebut-kebutan. Mereka sudah benar terlihat taubat. Aku dan teman-teman salut dengan niat mereka.

Suatu saat,di mesjid aku sedang mentoring remaja mesjid aku terpegok Putri yang keheranan karena aku ngajarin ngaji anak-anak bersama Johar.
“Assalamualaikum!” Sapa Putri.
“Waalaikumsalam!” Jawab kami serempak.
“Eh,Putri ada perlu apa Put?” Tanyakuu.
“Gak ada,tapi aku heran kenapa si Johar ada di sini?” Tanya Putri tegas.
“Oh si Johar,Alhamdulillah dia udah taubat Put.”Jawabku.
“Alhamdulillah,tapi bagaimana ceritanya?” Tanya putri.

Aku pun menceritakan kronologis dan penyebab Johar dkk,bertobat. Cukup panjang ceritanya. Putri cukup mengerti dan bersyukur atas apa yang terjadi pada Johar berkat hidayah Allah semata.

Sudah 3 tahun lebih rasanya aku,Faiz,Hendra,Sulaiman termasuk Johar dkk menjadi pengisi masjid komplek ini. Walaupun beda komplek kami tak membatasi jarak. Terasa seperti saudara sendiri. Akhirnya aku,Faiz,Hendra,Sulaiman lulus dari kuliah. Kami pun telah menjadi Sarjana di bidang masing-masing. Tak lupa juga Putri mendapatkan IP tertinggi. Kami lulus dengan bahagia dan Alhamdulillah mendapatkan pekerjaan di bidang masing-masing.
Aku menjadi konsultan Teknologi di salah satu perusahaan di Jogja,Faiz,Hendra dan Sulaiman pulang ke kampung halaman karena dipanggil oleh salah satu perusahaan kontraktor. Dan Putri,menjadi akuntan publik di salah satu perusahaan juga. Dan,yang mengejutkan Johar dkk sudah bekerja jadi montir di salah satu CV kendaraan di Jogja juga. Alhamdulillah,rasanya bahagia sekali.

Saat aku selesai sholat subuh,pak RT menemuiku beliau membicarakan sesuatu. Aku terkejut sekali. Mungkin aku belum siap,sebab orang tuaku belum kutemui dan aku akan janji akan pulang ke kampung halaman beberapa hari ini. Sungguh dua pilihan yang sulit.
“Assalamualaikum!” Sapa pak RT.
“Waalaikumsalam,ada apa pak?” tanyaku.
“Begini dik,sebenarnya bapak sudah kagum dengan kamu,bapak ingin meminang kamu!” Jawab pak RT terus terang.
“Astaghfirullah,pak saya masih normal! Ada-ada aja bapak ini!” Candaku.
“Enak aja,bukan bapak yang mau nikahi kamu,tapi saya si Putri anak bapak.” Jawabnya tegas.
“Ah,ada-ada aja bapak ini. Bentar lagi saya pulang kampung pak,disuruh ibu dan bapak. Kasihan sudah tua.” Jawabku merendah.
“Ya sudah bawa aja kesini,biar minta restu kamu sekalian. Gampang kan?”. Pak RT menggampakan.
“Tapi pak…”
“Sebenarnya nak.” Sambung pak RT.
“Kamu adalah menantu idaman bapak,Putri adalah orang yang cocok dengan kamu. Bapak tahu,sebenarnya kamu sudah menaruh hati dengan Putri. Dan kamu telah berhasil menjaga hatimu,kau adalah pemuda Islam yang jarang di akhir zaman. Ku mohon Alif,kamu terima tawaran bapak.” Ujar pak RT dengan memohon.

Di satu sisi,aku bingung apa yang harus ku lakukan,suasana yang cukup membuatku bingung ini entah apa yang kulakukan. Ditambah angin pagi yang sejuk,tidak membuatku sejuk bahkan membuatku keringat dingin. Dalam soal cinta memang bukan aku bakatnya. Tapi,saat ini adalah situasi yang sulit. Sebab,orang tuaku di sana telah menjodohkanku dengan gadis lain. Aku pun meminta waktu kepada pak RT. Hingga aku pulang kampung dan menceritakan dengan orang tuaku.
“Baiklah,bapak beri waktu 1 minggu untuk menentukan pilihanmu.” Tawar pak RT.
“1 minggu pak?” tanyaku terkejut.

Waktu yang cukup singkat bagiku untuk pelang kampung dan meminta persetujuan dengan orang tuaku. Cukup berat pilihan ini. Ternyata dugaanku benar,aku akan dijodohkan dengan teman kecilku Salma. Gadis ini baik,namun dia selama di kota,menjadi gadis metropolitan. Sulit bagiku menentukan pilihan. Di satu sisi orang tuaku telah sering dibantu oleh keluarga Salma yang konglomerat.
“Jadi gmana to le,memangnya si Salma kalah cantik sama siapa yang kamu ceritakan tadi?” Tanya ibuku.
“Bukan masalah cantik atau gak bu,Salma udah kaya metropolitan sementara si Putri yang saya ceritakan itu memang baik,sholehah, dan cantik juga. Jujur bu,aku cinta ama dia. Dan pernikahanku,jujur aku ndak mau pernikahan karena harta,tapi karena Allah. “ Jelasku pada ibu.
“Yo wes,nak gak gelem sama Salma gapapa. Tapi,wong tuamu ini udah hutang budi sama orang tuanya juragan Budi. Gimana le?” Ujar ayahku menengahi.
“Masalah hutang budi,cukup Allah yang membalas pak. Tapi,aku mohon pertimbangkan aku menikah sama salma pak,bu! Jawabku tegas.
“Yo wes,kalau gini-gini terus gak akan selesai. Lebih baik kamu shalat istikharah sana memohon petunjuk sama Gusti Allah.” Usul ayahku.
“Baiklah pak,nanti tak sholat istikharah.” Jawabku.

Selesai shalat istikharah aku berdo’a memohon petunjuk Allah,dengan pilihan ini. Dalam do’aku aku memohon yang haq dan bathil untukku. Memang sulit menentukan pilihan ini,yang harus kuputuskan. Berhari-hari aku belum juga mendapatkan petunjuk. Dalam usahaku untuk mendapatkan petunjuk ini ku barengi dengan do’a dan dzikir tak lupa juga wirid sebagai amalanku. Tak terasa ini sudah malam ke 7 dan aku harus memutuskan apa yang akan kulakukan. Segera pagi harinya aku jumpai orang tuaku.
“Pak,bu aku sudah memutuskan pilihannya pak,bu bahwa aku harus memilih…” terputus sesaat.
“Salma!” Ujarku mengejutkan orang tuaku.
Semuanya terdiam,orang tuaku terkejut aku memiliih salma. Mereka tak menyangka kenapa aku memilih Salma,rupanya mereka juga sholat istikharah dan menentukan bahwa aku harus menikah dengan Putri. Konflik batin hamper tak terlelakkan. Namun,cepat kujelaskan kata-kataku tadi. Sebab,sebelumnya kata-kataku dipotong oleh ibuku.
“Bukan bu,maksud saya aku harus memilih Salma untuk kutinggalkan.” Ujarku.
“Oalah le-le. Hampir aja kamu bikin darah tinggi bapak naik. Ya udah kita ke Jogja sekarang. Ajak ayahku.

Di perjalanan aku menghubungi pak RT dan member kabar keputusanku. Pak RT cukup bahagia dengan keputusanku. Hari ini harus memperisapkan baik-baik.
Sampai dirumah pak RT,orang tuaku bersama pak RT dan Istrinya menceritakan tentang pernikahan kami dengan Putri. Orang tuaku heran,kok gak pake pacaran. Dan,untungnya pak RT cukup sabar untuk menjelaskan dalam islam tidak ada pacaran. Dan,orang tuaku cukup menerima. Tapi,yang aku tanyakan apakah Putri bersedia menjadi istriku? Ini yang masih kutakutkan. Dan,ternyata mereka sudah merembukan(membicarakan) pernikahan ini. Awalnya,Putri masih beluum siap untuk menikah dan untungnya ibunya terus merayu dan menyuruh juga shalat istikharah. Akhirnya,Putri bersedia.
“Alhamdulillah! Eh.. “ujarku sambil tersipu malu.
Mereka pun tertawa kecil.

Besoknya persiapan pernikahan singkat ini dimulai,tak lupa mengundang teman-teman satu angkatan dan mereka memberikuu selamat. Persiapan pun,sudah dilakukan acara berlangsung secara sacral ini dimulai. Saat aku mengucapkan ikrar. Terdengar suara seseorang yang menolak melanjutkan acara pernikahan. Mereka ada 5 orang,acara hampir saja batal.
“Tunggu dulu,kalian tak bisa melanjutkan acara ini! Aku ingin masuk! Pak RT,Alif keluar kalian!” Teriak pria itu.
Kami pun keluar penasaran siapa yang mengganggu acara sakral dan bahagia ini. Cukup tragis.
“Lah,ternyata kamu to.. ujar pak RT.
“Loh,kamu?” aku terkejut.
“Hey,ngapai kamu di sini? Gak setuju kamu,kalau Alif menikah sama Putri? Kamu masih mabok?” Ujar Faiz.
“Sudahlah iz!” Aku mencoba menenangka Faiz.

Pria itu mendekatiku bersama teman-temannya dengan tampangnya yang seram dan tidak asing bagi kami. Sontak membuat kami waspada dan suasana pernikahan yang harusnya bahagia menjadi tegang.
“Alif,aku tidak bermaksud membatalkan pernikahanmu. Kau memang pantas untuk menjadi suami Putri,aku rela dan aku restui kalian menjadi pasangan dan keluarga yang sakinah,mawadah,warahmah. “ Ujar pria itu.
“Oalah,Johar-johar saya kira kami berubah lagi. Ternyata kamu datang untuk merestui juga to! Ya sudah kamu jadi saksi sekalian. Eh,ngomong-ngomong siapa yang ngassih tau kamu? Maaf gak ngundang kamu. Aku lupa. Ujarku pada Johar.
Ternyata pria itu Johar,yang sempat memukulku karena aku dekat dengan Putrid an akhirnya taubat. Suasana pernikahan cukup meriah dan bahagia. Ditambah teman-teman angkatanku yang memnbuatku cukup bahagia. Apa lagi aku ditantang oleh teman-temanku mengucapkan rasa cintaku pada Putri istriku lewat puisi.
Bidadari Perindu Surga
Kau yang selalu ku rindu..
Atas restuNya aku merindu.
Atas restuNya aku memilimu..
Atas cintaNya ku pinang dirimu..
Wahai bidadari perindu SurgaNya..
Wahai bidadari penyemurna..
Imanku padaNya..
Maukah kau menjadi istriku atas namaNya?

“Aku bersedia suamiku!” Jawab Putri istriku.
“Horeee,Alhamdulillah!!!” Gema seluruh peserta undangan bergembira.

Resmilah aku menjadi suami Putri yang akan menjadi ibu dari anak-anakku dan aku menjadi Imam baginya dan ayah bagi anak-anaknya. Suasana bahagia tak terelakkan lagi.
Sebuah kisah cinta mistik dan kuberi naman Mistikus Cinta karena perjalanan cinta ini sangat mengagumkan lebih dari sekedar Indah. Penuh dengan misteri dan cerita.
Sebelum kuakhiri izinkanlah aku menyampaikan ayat ini.
الخبيثات للخبيثين والخبيثون للخبيثات والطيبات للطيبين والطيبون للطيبات أولئك مبرؤون مما يقولون لهم مغفرة ورزق كريم
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”
(Q.S An-nur.24:26)
Allahumasholi ala Muhammad wa’ala ali sayidinna Muhammad.
Wassalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s