UN Rumit Siswa Menjerit Polemik Pendidikan

UN tingkat SLTA  tahuUjian Nasionaln ini sungguh kontroversial sekali,sebanyak 11 Provinsi gagal melaksanakan UN sesuai jadwal yang direncanakan. Peristiwa kali ini tentu menjadi “trending topik” yang sangat meluas di kalangan siswa maupun masyarakat biasa. Sebagai siswa SMA penulis turut prihatin akan kejadian yang baru kali ini memecahkan “rekor” terbaru sepenjang sejarah pendidikan di Indonesia.

Sudah seminggu lalu UN “harusnya ” berjalan lancar kini hambatan pun menerjang. Pernyataan-pernyataan pedas pun,keluar dari masyarakat sebagai bentuk ketidak puasan terhadap pemerintah saat ini dalam hal ini Muhammad Nuh sebagai mendikbud. Bahkan di kota saya Labuhan Batu,Sumatera Utara Ujian Nasional jurusan IPS terpaksa ditunda hingga waktu yang belum jelas. Bahkan dalam salah satu wacana di situs merdeka.com seorang pengamat pendidikan Henry Alexis Rudolf Tilaar mengatakan bahwa UN lebih banyak Mudharatnya daripada manfaatnya. Pernyataan ini harusnya menjadi sebuah koreksi bagi mendibud,dalam mengevaluasi pelaksanaan Ujian Nasional yang bermasalah dalam pendistribusian. Belum lagi,tadi saya melihat soal UN susulan belum selesai terdistribusi,dan terpaksa Ujian Nasional bisa saja ditunda kembali.

Belum lagi masalah UN ini sebenarnya sudah sejak lama diperbincangkan oleh publik,dari tahun ke tahun masih saja ada masalah yang dilaporkan oleh banyak media. Mulai dari bunuh diri,bocoran soal,guru membocorkan kunci jawaban dan lain sebagainya. Pemerintah pun sebenarnya tidak menutup mata lepas tangan dalam menangani kasus seperti ini. Mulai dari pengawasan pendistribusian,pembuatan variasi soal hingga standar kelulusan yang saat ini dibuat presentasinya 60 % UN 40% ujian lain. Bahkan kita sudah tahu sebenarnya,pendidikan tujuannya ialah mendidik manusia menjadi lebih baik dan dapat menjunjung tinggi harkat dan martabatnya. Tapi,apa yang terjadi banyak malahan sekarang yang muda yang korupsi,tidak usah saya sebutkanlah oknumnya. Maka dari itu,kementrian pun mencanangkan pendidikan karakter,alhasil setiap tahun kurikulum berubah dan anak sekolah(siswa-red) menjadi “kelinci percobaan” kurikulum. Belum lagi wacana pemerintah yang mencanangkan UN tahun depan akan menggunakan format Ujian Online. Saatnya saya bilang wow..!😀 Mungkin aneh bagi kita semua,bagaimana tidak? Ujian Nasional Online? Sedangkan listrik masih sering mati,jaringan Internet masih belum optimal kecepatan koneksinya. Tolong pikir 10.000 kali deh pak menteri. Sungguh aneh sih,namun kita pasti berharap  pendidikan di Indonesia tidak lagi berbuah polemik yang kontroversial. Kemudian kita juga berharap pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tidak hanya ditinjau dari Intelektualitas saja,tetapi juga karalter yang berdasarkan Pancasila dan nilai-nilai agama yang dianut. Semoga tulisan saya dibaca oleh seluruh jajaran yang peduli akan pendidikan di Indonesia.

Ibnu Syahreza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s