Hari Kartini,Antara Pro dan Kontra Wanita Indonesia

Hari Kartini       Tepat pada hari ini 21 April 2013 warga negara Indonesia,tentunya ingat akan hari Kartini yang dibanggakan oleh wanita Indonesia. Sepanjang tahun tentu banyak sekali masalah yang mengorbankan hak-hak perempuan sebagai insan yang diciptakan dari tulang rusuk sang lelaki. Kita mulai dari penjajahan,tak perlu penggambaran hingga mendetail,namanya sudah zaman penjajahan tentunya berbagai perlakuan yang tak senonoh ditujukan kepada wanita. Hingga munculah pahlawan emansipasi wanita yang tangga lahirnya kita peringati hingga detik ini.

Di era kemerdekaan hingga reformasi kini,wanita kini telah memiliki hak-hak yang “hampir” sama dengan laki-laki,kini wanita sudah banyak bekerja yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki,supir misalnya tak heran saat ini banyak wanita menjadi supir demi sebuah pekerjaan. Tentu hal ini adalah sebuah “kemajuan” yang tak diinginkan. Bagaimana tidak? Di zaman era bebas informasi masuk ini,seharusnya perempuan dilindungi hak-haknya oleh kaum lelaki. Era globalisasi yang sangat mempengaruhi kaum wanita dalam hal bertindak,bahkan saat ini wanita ibarat sebuah boneka yang bisa “dimainkan” apa saja. Mulai dari eksploitasi,pornografi dan pornoaksi,menjadi TKW bahkan prostitusi sudah meraja lela akibat negeri  kita yang sudah hampir menerapkan sistem liberal yang tidak sesuai dengan Pancasila.

Ini sebuah permasalah serius,bukan untuk pemerintah saja,tapi untuk kita semua dari kaum lelaki hingga wanita dari yang tua hingga yang muda. Ada sebuah pepatah yang pernah saya dengar,bahwa “jika suatu negeri itu wanitanya bagus maka negeri itu akan kuat,sebaliknya jika wanita di negeri itu moralnya hancur,maka hancurlah negeri tersebut” tampaknya ini memang nyata. Terus bagaimana dengan negera barat yang notabene wanita terus dieksploitasi? Mungkin anda bertanya seperti itu. Jawabannya tentu saja sudah sesuai dengan pepatah diatas. Negeri dengan wanitanya yang moralnya hancur,maka hancurlah moral generasi di sana.  Permasalahan wanita ini tidak hanya terjadi di negeri kita,bahkan di negeri Palestina kita lihat etnis Yahudi membantai habis-habisan wanita muslim ataupun non muslim ber etnis Palestina. Kita tak boleh hanya prihatin dengan nasib kaum perempuan yang sangat jauh dari namanya kesejahteraan. Kita lihat saja pakaian wanita sekarang yang jauh dari namanya “norma kesopanan” . Jika dikritik,maka mereka akan menjawab “Terserah saya ini kan Hak Azasi Manusia!” Tapi tolong jangan salahkan lelaki yang melihat dengan mata “melotot” mereka juga punya hak wahai kaum liberalis. Tidak ada namanya mancing ikan tanpa umpan. Begitulah kira-kira ungkapannya.

Maka dari itu tentunya perlu hukum yang mengatur tentang wanita dan perannya sebagai pondasi negeri. Untuk yyang muslim tolonglah gunakan pakaian sesuai syariat dan standar(Al-Ahzab ayat 59). Bagi yang non muslim silahkan pakaian yang sopan tidak perlu meniru cara pakaian muslim. Yang penting sopanlah dan tidak memancing bagi yang melihat.

Dan inilah curhatan saya dengan negeri ini yang moralnya hampir diambang kehancuran. Semoga dapat bermanfaat.

Follow My Twitter : @ibnusyahreza
Facebook : Ibnu Syahreza

Ibnu Syahreza

2 thoughts on “Hari Kartini,Antara Pro dan Kontra Wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s